12/30/2015

Foto terbaik sepanjang tahun 2015 menurut National Geographic

Syutrav - Bahkan seorang master travelers Perlu untuk berhenti dan menikmati pemandangan yang luar biasa di tempat tujuan. Itu menjadi salah satu alasan mengapa kita sangat menyukai Foto-foto terbaik sepanjang tahun yang di keluarkan oleh National Geographic.

Seperti yang telah di keluarkan oleh Nationalgeopraphic, dengan judul “National Geographic Daily Travel Photo: Best of 2015, Menunjukan bagaimana perjalanan di seluruh dunia yang berusaha mendapatkan gambar paling sempurna dalam ”art of the travel photo” dan setiap kunjungannya disetiap destinasi wisata terbaik. Mulai dari “South Africa's sparkling coastline, Iceland's frosty tundraSampai ”America's oldest national parkLihatlah Foto dibawah ini yang di hasilkan National Geographic, dan mulai mempersiapkan perjalanan anda di tahun 2016.

Torres del Paine National Park, Chile

Gleb Tarro, National Geographic Your Shot























The Cuernos (Horns) del Paine berhasil diabadikan dalam pancaran cahaya keemasan di pagi hari yang terletak di “Chile's wild Torres del Paine National Park. Setelah menjadi tempat para pendaki yang pemberani,Taman ini sekarang telah di kunjungi lebih dari 100.000 pengunjung setiap tahunnyaGambar ini diambil oleh Gleb Tarro.

Running of the Bulls in Pamplona, Spain
David Ramos/ Getty Images

Hanya sedikit ruang bergerak yang tersedia karena padatnya pengunjung di setiap hari pembukaan festival “Fermin Festival's Running of the Bulls di Pamplona, Spain. Diselenggarakan sejak tahun 1591, Setiap tahunnya berhasil menarik puluhan ribu pengunjung untuk 9 hari yang di penuhi dengan pesta pora, Pada Pagi harinya adalah Banteng lari dan adu banteng di sore hari. Festival ini mendapatan perhatian dunia sejak muncul di Ernest Hemingway’s 1926 dengan Novel “ The Sun Alsa Rises”. Dan Gambar ini di ambil oleh David Ramos.
 
Yellowstone National Park, Wyoming
Jeff Vanuga/Corbis

Pemandangan taman nasional Yellowstone dengan dominan warna putih salju pada suatu pagi di bulan Januari, ini merupakan taman nasional dunia yang pertama kalinya tidak di tutup selama musim dingin panjang. Bermain ski yang melintasi negara bagian dan mobil salju menjadi aktivitas yang sangat populer di sini. Gambar ini diambil oleh Jeff Vanuga.
 
Yoshino River, Japan
The Asahi Shimbun/Getty Images

Nelayan yang menunggu dan memancing belut kaca yang sangat tertarik kepada cahaya terang di sepanjang malam, Nelayan itu biasanya beroperasi di sungai Yoshino, Japan. Setelah belut itu cukup dekat ke cahaya maka nelayan akan segera menjaring mereka. Ini merupakan metode memancing ikan tradisional terbaik untuk malam yang gelap. Gambar berikut diambil oleh Asahi Shimbuan.


Church of the Savior on Spilled Blood in St. Petersburg, Russia
 
Sasse, laif/Redux
Mosaik yang sangat rumit namun penuh makna dibawa kubah gereja “the Savior on Spilled Blood di St. Petersburg, Russia. Gereja ini di penuhi hampir 1,9 are mosaik di dalamnya yang akan sangat memanjakan mata anda. Gambar ini diambil oleh Sasse


La Réunion National Park on Réunion Island
Spani Arnaud, Hemis/Corbis
 Di bawah langit yang badai, beberapa orang pendaki yang melewati danau kecil di taman nasional La Réunion, yang berlokasikan di pulau Réunion  prancis di sebelah barat daya samudra hindia. Tempat ini menjadi salah satu warisan dunia oleh UNESCO pada tahun 2010. Dengan lebih dari 247.000 jenis tanaman dramatis, Pemandangan yang luar biasa hingga ekosistem yang berharga. Termasuk hutan awan, hutan hujan subtropis, dan menjadi rumah bagi beberapa spesies yang hampir punah. Foto ini diambil oleh Spani Arnaud.


Lake Bogoria, Kenya
 
Martin Harvey, Corbis
Ribuan flamingo Lesser memulai perjalanan mereka dari Danau Bogoria di Kenya. Perairan basah di Bogoria dan Danau Rift Valley lainnya menyumbangkan Cyanobacteri cukup banyak yang menjadi makanan burung-burung tersebut. Gambar ini diambil oleh Martin Harvey.


 Iceland
 
Daniele Boffelli
Aurora Borealis yang menetap di atas langit Iceland dengan pancaran cahaya keindahannya, Fenomena ini muncul ketika matahari mengirimkan partikel bermuatan ke bumi. Waktu terbaik untuk melihat aurora ini adalah pada malam musim dingin karena jarak pandang pada malam hari menjadi jauh lebih baik. Foto ini dipersembahkan oleh Daniele Boffelli.


Binche, Belgium
Sergi Reboredo, VWPics/Redux

Ini adalah kota Binche, Belgium. Ini merupakan kota dengan sejuta kekonyolan bagi yang baru pertama kali mengunjunginya. Setiap paradenya anda akan menemukan banyak di seperti, pertunjukan jalanan, aneka kostum aneh, musik dan tarian mereka. UNESCO menyebutnya acara yang telah ada berabad-abad lalu ini sebagai “Masterpiece of the Oral and intangible heritage of humanity” gambar ini dipersembahkan oleh Sergi Reboredo.


San Rafael Falls, Ecuador
van Kashinsky, The New York Times/Redux

Sungai Coca yang berada di atas air terjun San Rafael ini menjadikan air terjun ini sebagai air terjun terbesar di Ecuador, termasuk di antaranya hutan awan. San Rafael ini berada di sebelah timur negara ecuador di dekat kota Baeza. Foto ini diambil oleh Ivan Kashinsky.


Cape Town, South Africa
Philip Grube
























 “I took this picture at an amusement park down by the [Victoria and Alfred] Waterfront in Cape Town”. Ujar Philip grube. Orang yang mengirimkan gambar ini di 2015 traveler Photo contest. “It was a clear blue sky when I saw these kids crawling, running, and trying to balance themselves in these shiny plastic bubbles in a pool of water. The reflection of the water in combination with the effect of the bubbles under the blue sky looked somehow surreal" Foto ini dikirimkan oleh Philip grube.


Kota Bharu, Malaysia
 
Duratul Ain D., National Geographic Your Shot
Produk yang segar dan keranjang ikan yang mengelilingi wanita itu di pasar Siti Khadijah, kota Bharu, Malaysia. Kota ini cukup dekat dengan perbatasan dengan Thailand. Gambar ini diambil oleh Duratul Ain D.
 


 Sumber : huffingtonpost.com

1 comment: