9/08/2015

Mengenal 3 danau tempat berkumpulnya para Arwah

Syutrav - Kembali lagi membahas keindahan nusantara memang tidak ada habisnya, bahkan beberapa petualan perna berkata menjelajah nusantara menghabiskan waktu seumur hidup sekalipun belum tentu dapat menikmati semua keberagaman adat dan budaya kita. Indonesia ini merupakan bagian dari "Ring Of Fire" sehingga tidak heran bahwa indonesia memiliki banyak sekali gunung berapi aktif maupun yang tertidur dengan pesona keindahan yang luar biasa.

Salah satu gunung di indonesia yang cukup terkenal adalah gunung Kelimutu, Gunung kelimutu ini merupakan salah satu gunung berapi aktif yang terletak di pulau Flores, NTT, Indonesia. Lokasinya barada di Desa Koanara, Kecamatan Wolowaru, Kabupaten Ende, Keunikan gunung ini adalah memiliki setidaknya tiga buah danau kawah dipuncaknya dengan tiga warna yang berbeda serta kisah Angker yang menghiasinya berdasarkan cerita rakyat setempat.

Pemadangan danau 3 warna
Pemadangan danau 3 warna
Nama Gunung Kelimutu ini berasal dari gabungan kata "Keli" yang memiliki arti Gunung dan "Mutu" yang memiliki arti Mendidih. Berdasarkan dari cerita penduduk setempat warna-warna danau ini memiliki arti masing-masing serta kekuatan alam yang sangat dahsyat. kepada setiap danau ini memiliki nama serta cerita mistisnya masing-masing, Danau pertama berwarna Biru yang bernama " Tiwu Nuwa Muri Koo Fai" yang di percaya sebagai tempat berkumpulnya jiwa-jiwa muda yang telah meninggal dan bersemayang disana. Sedangkan Danau berwarna merah bernama " Tiwu Ata Polo" merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang yang telah meninggal dan semasa hidupnya merupakan orang yang selalu berbuat jahat. Dan yang terakhir danau berwarna putih bernama " Tiwu Ata Mbupu" merupakan tempat berkumpulnya jiwa-jiwa orang tua yang telah meninggal dunia.

Ketiga danau ini memiliki luas sekitar 1.051.000 meter persegi dengan volume air sekitar 1.292 juta meter kubik, Batas antara danau adalah dinding batu sempit  yang mudah longsor dimana dinding ini sangat terjal dengan sudut kemiringan 70 derajat dan ketinggian dinding danau berkisar antara 50 hingga 150 meter.


Pemadangan danau 3 warna
Pemadangan danau 3 warna

Pada Awalnya Daerah ini ditemukan oleh seorang bekewarganegaraan Belanda yang bernama Van Such Telen tahun 1915, Namun keindahan destinasi ini baru mulau terkenal tahun 1929 yang dilukiskan oleh Y. bouman dalam tulisanya. Berkat tulisannya itu membaut banyak sekali wisatawan asing yang datang mengunjungi tempat ini  untuk melihat secara lansung 3 danau indah namun Angker diIndonesia bagi warga setempat. Mereka yang datang bukan hanya pencinta keindahan, tetapi juga mereka datang karena peneliti yang ingin tahu kejadian alam yang amat langka itu. Pada tanggal 26 februari 1992 kawasan kelimutu telah ditetapkan menjadi kawasan konsevasi alam nasional hingga saat ini.

Sumber

No comments:

Post a Comment